Tips Kang Canun untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Tangga Pra-Nikah

Kang Canun saat memberikan materi didepan ratusan ikhwan/akhwat yang hadir, Minggu (09/17/2017)

Kang Canun saat memberikan materi didepan ratusan ikhwan/akhwat yang hadir, Minggu (09/17/2017)

Menikah merupakan suatu moment yang paling didambakan oleh seluruh insan manusia, sebuah nikmat penuh kebahagiaan yang takkan mampu untuk diungkapkan dengan kata-kata. Bagi para pejuang cinta, menikah merupakan garis pencapaian yang memecah kesendirian dan keabu-abuan hidup. Dengan menikah, hidup menjadi lebih bermakna, segala yang haram menjadi halal setelah menikah. Dan tentu, diri kita akan terjauhkan dari mendekati zina.

Suatu hal yang menarik, banyak ikhwan bil khusus akhwat, yang secara umur bisa dibilang sudah cukup ideal untuk menikah, dan bahkan dari sebagian lainnya yang usianya sudah lewat tapi masih belum menikah. Namun disisi lain, maksiat serta perzinahan akhirnya semakin marak.

Menikah memang suatu takdir yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, namun takdir tanpa usaha sama saja dengan berharap rezeki tanpa bekerja. Pernahkah kita menemukan segepok Uang sesuai keinginan kita, yang turun langsung dari langit ?. Ya.. tentu itu merupakan suatu kemustahilan, dan angan belaka. Jodoh merupakan rezeki dari Allah yang besar, apabila jodoh merupakan rezeki, maka usaha kita merupakan modal untuk mendapatkan rezeki tersebut (jodoh).

Kang Canun dalam seminar pra-nikah “Nikah Yuk”, yang diselenggarakan oleh Teras Yatim Indonesia, Minggu (09/04/2017), memberikan beberapa tips-tips untuk bagaimana mempersiapkan diri kita dalam menghadapi tangga pra-nikah. Berikut tipsnya:

Mulailah dengan Niat Bulat Lillahi Ta’ala

”Innama a’malu binniat”, sesungguhnya amal bergantung pada niat. Demikianlah suatu penggalan hadits yang menjelaskan bahwa amal itu bergantung pada niat. Niat, merupakan wujud lain dari do’a. Allah tidak akan lebih dulu melihat perbuatan seseorang, Allah akan lebih dulu melihat niat seseorang. Karena Allah Maha Melihat Segala Isi Hati.

Sama halnya ketika kita berniat untuk menikah. Yakinlah bulatkanlah niat itu, dan buatlah niat itu menjadi keyakinan yang mengkristal di dalam hati. Dan dianjurkan membuat target bulan atau tahun pernikahan itu akan dilaksanakan. Niat yang disertai keraguan, akan berujung pada sebuah kegagalan. Ingat bahwa Allah sesuai prasangka hamba-Nya ?. Jika kita ada keraguan bahwa kita tidak akan sampai pada pernikahan, maka selamanya kita tidak akan sampai pada pernikahan itu. Karena, pernikahan merupakan anugerah, maka Allah akan menguji keseriusan hambanya dalam kebulatan tekad mencapai impian pernikahan. Dan setanpun akan bergerombol untuk menggoda agar anak cucu Adam tidak jadi melangsungkan pernikahan, karena setan amat benci ketika manusia menyempurnakan Agamanya.

Maka dari itu Allah berfirman dalam QS. Al-Hujuraat: 15

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”.

Menikah adalah sebuah jihad besar dalam mengutuhkan Agama, dan Allah beserta Malaikat-Nya menyaksikan langsung ketika manusia dengan pasangannya berijab Qabul dan berjanji dihadapan para saksi dan wali. Dan Allah menjadikan Ijab Qobul pernikahan sebagai perjanjian besar setelah perjanjian antara Allah dan Rasul-Nya untuk mengemban risalah.

Maka, dilarang tersempil sedikitpun keraguan dalam sebuah niat mulia pernikahan. Yakinlah dan tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah, agar Allah memberikan petunjuk dan keajaiban-keajaiban untuk membantu kita sampai pada pernikahan.

Rencanakanlah Dengan Matang

Doa merupakan usaha bathin dan Ikhtiar adalah usaha badan. Namun ikhtiar tanpa rencana, layaknya sebuah bangunan tanpa pondasi, rapuh dan mudah roboh. Perencanaan matang dalam mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan amatlah penting. Perencanaan yang matang akan menghindarkan kita dari usaha yang sia-sia, melainkan mendekatkan kita dengan kesesuaian target dan keberhasilan.

Perencanaan dimulai dari siapa yang akan menjadi pasangan kita. Rasulullah Saw memberikan kepada ummatnya 3 pilihan. Silahkan kau nikahi wanita dari kecantikannya, hartanya atau keturunannya. Dan sebaik-baik pilihan adalah memilih pasangan karena Agamanya. Banyak yang cantik/ganteng didunia ini, namun tidak menjamin akan membawa ketentraman dalam rumah tangga. Demikian pula dengan pasangan yang dilihat dari hartanya dan kecantikannya. Namun bagi calon pasangan kita yang memiliki Agama, tentu mereka adalah pilihan yang tepat untuk menciptakan ketentraman dan kesejukan dalam rumah tangga masa depan kita. kenapa demikian ?, karena dia mengetahui apa saja perintah dan larangan yang diberikan Allah kepada seluruh manusia dalam berumah tangga. Dan kita akan diliputi keberuntungan. (lihat HR. Al-Bukhari Nomor 5090 dan Muslim Nomor 2661)

Setelah menemukan pasangan kita, maka yang harus direncanakan selanjutnya adalah soal modal pernikahan. Dan dalam hal ini, hindari perencanaan yang terlalu ideal dan menguras kantong kita, kecuali bagi orang yang berkecukupan. Ingat ! syarat pernikahan yang syah itu bukah karena mewah tidaknya. Allah melalui Agama-Nya Islam memberikan ketentuan bahwa syarat syah pernikahan ada 5 yaitu: 1) Pengantin lelaki (calon suami), 2) Pengantin perempuan (calon isteri), 3) Wali nikah dari pihak calon pengantin perempuan, 4) Saksi laki-laki sebanyak dua orang, 5) Ijab dan Kabul yang terjadi pada proses akad nikah. Jadi, janganlah ditambah tambah bahwa nikah harus mewah, dan parahnya karena dituntut menikah mewah, ditempuh jalan meminjam sana sini agar dipermudah. Jadi, jangan memaksakan diri bila diri tak sanggup melaksanakan pernikahan mewah. Memenuhi ke-lima syarat di atas sudah cukup untuk melangsungkan pernikahan. Selebihnya mengenai walimah/pesta pernikahan, bisa dinegosiasikan dengan orangtua kita dengan sebijaksana mungkin tanpa ada yang memberatkan.

Usaha..Usaha..Usaha..

Setelah adanya kata sepakat dari orangtua kedua belah pihak. Selanjutnya adalah berusaha dengan sekuat tenaga. Fokuslah untuk mencapai target dengan usaha yang halal. Meski sudah ada kata sepakat, dan cincin pertunangan sudah melingkar di jari. Bukan berarti kita bebas beraksi melampaui batas dengan pasangan kita. Hindarilah, karena itu akan mengurangi keberkahan dan bantuan Allah SWT kepada kita. Ingat ! Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa: 32)

Maka yang harus kita lakukan adalah berusaha memenuhi kebutuhan pernikahan itu agar cepat menghalalkan dirinya yang kita cintai. Dan bagi para calon istri terutama suami, berusahalah untuk terus memperbaiki diri, karena pernikahan bukanlah akhir perjuangan, bahkan pernikahan adalah awal dari kehidupan yang sebenarnya. Dan ingat, anak kita yang akan lahir nanti sebagai buah dari pernikahan yang kita perjuangkan, adalah amanat yang harus dijaga dan dididik menjadi anak yang shalih/shalihah.

Demikianlah tips-tips yang diberikan Kang Canun dalam seminar pra-nikah “Nikah Yuk” di Mesjid Agung TSM, yang dipersembahkan oleh Teras Yatim Indonesia. Semoga bermanfaat. (Rep: Ramdan/Editor: Ramdan)

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>